Posts

Showing posts with the label review komik

YANG TERSELIP DALAM DENDAM SEMANGKOK MIE AYAM

Image
[SPOILER ALERT] Menikmati makanan kesukaan sudah pasti jadi salah satu hal paling menyenangkan dalam hidup. Sensasi rasa yang terkecap di lidah, ditambah pula dengan pengalaman dan ikatan emosional tertentu pada makanan favorit itu, bisa jadi menambah nikmat. Sudah menjadi hal yang lumrah pula, bahwa menikmati makanan kesukaan menjadi sarana untuk berkumpul dengan orang-orang terdekat. Tapi apa jadinya jika makanan favoritmu adalah arwah penasaran penuh dendam yang ingin menuntut balas? Dalam komik, semua hal memang bisa terjadi, termasuk hantu berwujud mie ayam yang ingin membalas dendam. Terdengar ganjil, tapi itulah yang terjadi dalam komik pendek berjudul Pembalasan Mie Ayam dari Neraka karya Alzein Merdeka ini. Alzein memang dikenal melalui kisah-kisahnya yang aneh, ganjil, dan kental dengan eksplorasi nilai-nilai lokal.  Bagaimana pun, ketika kita membaca sebuah komik, sebagai sebuah karya komik itu haruslah dipandang sebagai produk sebuah zaman yang tak bisa dilepaskan dari ...

KOMIK INDONESIA DENGAN TEKNIK CUKIL

Image
Cukil kayu, atau woodcut , atau xylografi , merupakan teknik cetak kuno yang dikenal manusia. Di Asia, teknik ini berkembang di Cina dan Jepang belasan abad yang lalu.  Di Eropa, teknik ini berkembang di tahun 1400an, sebelum kemudian Gutenberg membuat mesin cetak. Di Indonesia -saya belum mendalami alasannya- gambar yang dicetak dengan teknik ini banyak saya temukan dalam poster poster propaganda. Yang paling mudah saya ingat adalah poster poster bikinan komunitas Taring Padi, Yogyakarta. Teknik cukil kayu ini juga disebut sebut sebagai asal muasal terciptanya komik komik jepang atau kita kenal dengan manga. Meski kemudian komik yang banyak kita kenal dan baca sekarang dibuat dengan teknik cetak modern, bukan berarti bahwa pembuatan komik dengan teknik cukil kayu ini ditinggalkan sama sekali. Tahun 1918, Frans Masereel di Perancis membuat sesuatu dengan teknik cukil kayu yang disebutnya sebagai wordless novel berjudul 25 Images of Man’s Passions, yang mana benda ini memiliki semu...

Teroris Visual (Aji Prasetyo), sebuah review

Image
TERORIS VISUAL (AJI PRASETYO), SEBUAH REVIEW **** Satu hal yang agak mengganggu pemikiran saya beberapa waktu terakhir ini adalah tentang sangat sedikitnya ulasan tentang produk produk budaya di tanah air. Problem itu saya temui ketika hendak mencari referensi tentang produk komik di dunia maya, dan saya kesulitan menemukannya, selain di forum forum dunia maya macam kaskus dan indowebster. Itu belum termasuk produk budaya yang lain, macam buku, film, dan musik. Untuk buku mungkin di goodreads bisa dengan gampang ditemukan, tapi kebanyakan hanya ulasan untuk buku buku terkenal. Mungkin untuk musiklah yang agak ramai, karena penggiatnya memang aktif dan sangat banyak. Atas dasar itu, saya mencoba berkontribusilah, khusus untuk yang   saya baca atau tonton atau dengar, sekedar untuk memenuhi blog yang kosong ini **** Aji Prasetyo, adalah komikus dari Malang yang juga seorang aktivis, pemilik warung kopi, dan musisi. Aji mengembangkan komik dengan genrenya ...

LOTIF NGETWIT - BENG RAHADIAN

Image
Apa yang paling enggak kusukai dari komik komik Beng? Nasihat nasihat tentang "bagaimana membuat komik" nya. Terasa seperti buku motivasi bagaimana menjadi kaya dalam 60 menit dan sejenisnya. Dan hal ini beberapa kali kutemukan dalam komik komik Beng yang pernah kubaca. Ngomong ngomong, aku bukan pengamat, apalagi kritikus komik macam Hikmat Darmawan atau Seno Gumira Adjidarma, atau Henry Ismono. Sama sekali bukan. Paragraf pembuka tadi hanyalah opiniku sebagai pembaca, dan sama sekali tidak bermaksud untuk tidak hormat pada Beng, yang notabene punya pengaruh cukup besar terhadap kebangkitan komik Indonesia generasi ketiga ini, atau kira kira tahun 90 an ke sini. Bisa dibilang begitulah. Dan Lotif Ngetwit, adalah komik Beng kesekian yang pernah kubaca. Secara pribadi juga, aku selalu suka pada gaya gambar Beng. Ini sungguhan. Gambar gambarnya keren. Tapi menurutku, dibanding yang ini, aku lebih suka cerita cerita komik komiik Beng dengan tema tema manisnya seperti Selamat P...

Ghost World - Daniel Clowes

Image
"Bagaimana jika perlawanan itu ternyata tak pernah ada?" Sebuah pertanyaan yang mengusik, untuk orang orang yang merasa dirinya indie, melawan, segala bentuk konsumerisme, budaya mainstream, atau apapun itu. Karena ternyata juga, konsumsi kita terhadap barang barang yang terbatas, indie, non-mainstream, "do it yourself" , dalam komunitas komunitas kecil, adalah juga bentuk konsumerisme lainnya yang tak jauh berbeda dengan konsumerisme yang kita lawan dan kita gugat. Lantas dimana letak perlawanannya, ketika indie, non-mainstream, dan istilah istilah tersebut hanyalah bentuk strategi pemasaran baru, yang pada intinya adalah juga untuk mencari keuntungan dan melanjutkan hidup?. Ghost World, sebuah komik/novel grafis penuh sindiran berisi 8 chapter karya Daniel Clowes, bercerita tentang dua remaja cewek, Enid Cloeslaw dan Rebecca Doppelmeyer, yang sinis pada apapun, dalam kehidupan remaja mereka yang gelisah dengan masa depan yang tak jelas yang menghantui merek...