Posts

Showing posts with the label mapala

BEASILVA, USAHA USAHA MERAYAKAN IDENTITAS

Image
Sebuah perdebatan seru terjadi di grup whatsapp Mapala Silvagama di suatu pagi di pertengahan Agustus 2016. Sebuah perdebatan tentang sebuah kegiatan yang diadakan oleh teman teman mapala di kampus, yang kemudian menjadi penuh pertanyaan, sanggahan, keluhan, nasehat, petuah, dan masukan di sana sini. Begitulah suasana di Mapala Silvagama, selalu penuh diskusi dan hiruk pikuk bahkan di dalam grup whatsapp . Tiap tiap anggota, bahkan yang sudah lulus dari kampus bertahun tahun yang lalu, merasa wajib untuk terlibat menyumbang –setidaknya komentar– dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan di kampus. Mapala Silvagama, bagaimanapun, pernah dan telah menjadi bagian dari hidup kita dengan segala baik buruknya. Tak peduli entah jadi apa kita sekarang, setidaknya 3-5 tahun kehidupan di kampus telah menjadi begitu berkesan karena aktivitas kita di Mapala, dan menahbiskan kita semua sebagai sebuah keluarga, sebuah persaudaraan tanpa ikatan darah, sebuah persaudaraan yang dibentuk dari ikatan ...

CERITA DARI TIMUR, SEBUAH REVIEW

Image
Scripta manen , yang tertulis akan abadi. Saya selalu suka mengawali sebuah tulisan dengan kutipan tersebut, karena dengan tulisanlah sejarah manusia dimulai. Sebelum manusia mengenal tulisan, kita menyebutnya dengan masa pra-sejarah. Omong omong mengenai tulisan, khususnya penerbitan buku, di dunia kepecintaalaman di tanah air, nampaknya memang tak terlalu membanggakan. Tidak cukup banyak buku, utamanya kisah perjalanan, yang diterbitkan oleh penggiat/pencinta alam di Indonesia. Sepanjang pengetahuan saya, hanya beberapa kelompok pencinta alam sajalah yang telah menerbitkan kisah kisah perjalanannya dalam sebuah buku. Menurut perkiraan saya, jumlah buku dengan tema pecinta alam ini hanyalah berkisar 40an judul saja. Yang paling diingat misalnya, buku 40 tahun Mapala UI, Jejak Mapala di Jalan Alam (2005), kemudian buku buku perjalanan Mahitala: Sudirman Range Trail: Lanskap Misterius di Indonesia Timur (2010), Pucuk Es di Ujung Dunia: Pendakian 7 Puncak Benua (2011), dan ...

Everythings starts from Nothing, opini saya tentang penghujat kematian Erri Yunanto

Image
* Tulisan ini saya buat sebagai respon dari banyaknya respon negatif atas kematian Erri Yunanto di kawah Gunung Merapi, Jawa Tengah, Mei 2015 ini. Tidak dengan perenungan yang dalam memang, apalagi pisau analisis yang kritis. Awalnya, tulisan ini saya ketik untuk mengisi kolom komentar dalam sebuah laman website, namun saya pikir ada baiknya diarsipkan di dalam blog ini, siapa tau ada yang berniat membaca. Demikianlah. *** Tak seorangpun berhak menghakimi korban korban pendakian gunung atas keputusan yang dipilihnya sendiri. Saya tak menampik bahwa jumlah pendaki gunung meningkat beberapa tahun terakhir (barangkali akibat derasnya arus informasi di media, termasuk media sosial), tapi bukan berarti seseorang berhak menolak/menghakimi seseorang boleh naik gunung atau tidak, meski itu hanya sekedar ikut ikutan atau apapun. Ingat, seorang expert pun pasti dimulai dari seorang pemula. Sebutkan saja pendaki pendaki besar macam Reinhold Messner atau Heinrich Herrer atau bahkan He...

Fantasi Hijau

Image
Kemarin, saya membuat sebuah daftar lagu yang berisi lagu lagu yang bertemakan lingkungan dan bla bla bla, dari musisi luar negeri dan lokal. Terus terang, saya bosan dan tidak ingin berkata kata apapun tentang ini. Maka download lah di sini

MATAMERAH CERITA TURUN TEMURUN TENTANG HAL HAL YANG ITU ITU SAJA (SEBUAH PENGANTAR)

Image
  “Exme ipsa renata sum, aku lahir dari diriku sendiri” Dalam rangka merayakan ulang tahun Mapala Silvagama yang sudah entah keberapa kalinya ini, saya menyusun sebuah mixtape berisi beberapa lagu yang saya anggap mewakili apa yang saya rasakan dan alami saat masih terlibat aktif di dalam kelompok tersebut, bahkan mungkin hingga saat ini, ketika kenangan adalah hal yang cukup berharga untuk dinikmati dan hanya bisa diceritakan kembali. Mapala Silvagama, adalah sebuah organisasi kampus dengan kultur yang unik, yang menimbulkan kesan yang mendalam bagi saya. Beragam kebiasaan kebiasaan personal, kegiatan kegiatan, doktrin doktrin dan nilai organisasi, lingkungan akademik, juga norma norma masyarakat secara umum saling silang sengkarut di dalamnya membentuk sebuah pola pikir dan gaya hidup, secara lebih luas mungkin boleh disebut sebuah budaya, budaya kecil, sub budaya, yang khas. Saya selalu menganggapnya sebagai sebuah budaya melawan, melawan tatanan kehidupan akademis yang stan...

Cerita dari Sungai Pekalen: catatan perjalanan pengarungan sungai pekalen (25-27 Desember 2011)

Image
Hujan gerimis turun membasahi kota Jogja, saat perjalanan ini kami mulai. Diantar beberapa teman, kami bertujuh dari Mapala Silvagama (Sulung, Andre, Adnin, Panji, Sidik, Faisol, dan aku sendiri), ditambah seorang lagi dari Palapsi, Reza berangkat dari Stasiun Lempuyangan menuju kota Probolinggo. Mengarungi Sungai Pekalen adalah tujuan dari perjalanan kami kali ini. Telah lama kami berencana mengarungi sungai ini, dan kini tibalah waktu yang ditunggu itu. Mengarungi sebuah sungai indah yang berarus deras dan penuh jeram, sebuah sungai di kabupaten Probolinggo, Sungai Pekalen. Perjalanan dengan kereta api menghabiskan waktu ± 8 jam. Seperti biasa, didalam gerbong, suara bising mesin kereta berpadu dengan riuh rendah puluhan pedagang asongan dan pengamen yang datang silih berganti, ciri khas kereta api kelas ekonomi. Para pedagang menawarkan apa saja,  makanan, minuman, buku, alat kosmetik, hingga mainan anak anak. Para pengamen menyanyikan apa saja, lagu dangdut, pop, slow r...

Under The Ground - Film Dokumenter

Image
Basah, berlumpur, dan bau guano yang menyengat, begitulah keadaan gua dengan kedalaman ± 70m dari permukaan tanah ini. Upaya menelusurinya tak semudah yang dibayangkan. Banjir dan kondisi fisik yang lelah menjadi hambatan yang cukup berarti. Namun, bukankah semangat adalah inti dari semua perjuangan? Sore itu, 26 Desember 2010, hujan deras dan angin menemani kami selama perjalanan kami menuju Goa Ngeleng, kecamatan Paliyan, Gunung Kidul. Berenam kami, aku, Uut, Hafidh, Ami, Satrio, dan Indra berangkat dari sekretariat Mapala Silvagama dengan menggunakan sepeda motor. Kurang lebih satu setengah jam perjalanan, akhirnya kami sampai di Desa Mulusan dimana Goa Ngeleng berada, di tengah hutan jati kurang lebih 1 km dari jalan raya. Landasan sepeda motor yang tadinya aspal mulus kini berganti  menjadi tanah berbatu yang becek. Kondisi cuaca yang hujan memperparah kondisi jalanan. Beberapa kali ban sepeda motor kami  selip dan terpeleset karena jalanan yang licin, hingg...

Fanatic Search 2 A Girl Thing ( review film dokumenter panjat tebing)

Image
Ini merupakan sebuah film dokumenter yang berisi rekaman pemanjatan dan gaya hidup dari pemanjat pemanjat cewek terbaik di dunia dari semua generasi. Di film ini digambarkan tentang motivasi, semangat, fanatisme, dan usaha mereka untuk memanjat rute rute sulit yang ada. Ada 7 pemanjat cewek di film ini, yang diceritakan terpisah dalam 7 scene film.  Pada bagian pertama, diceritakan tentang Brooke Raboutou, pemanjat cewek berusia 9 tahun, anak dari Robyn Erbesfield, 4 kali juara dunia panjat dinding. Ibunya yang mengajak sang anak menggeluti dunia panjat dan menyalurkan semangat padanya dengan luar biasa. Pada akhir pekan mereka biasanya menghabiskan liburan di tebing favorit mereka St Antonin Noble di Prancis.Di film ini Brooke Raboutou menyelesaikan sebuah jalur dengan tingkat kesulitan 7c+, ”Big Bang” . Bagian selanjutnya menggambarkan  Charlotte Durif, 20 tahun, salah satu pemanjat cewek terbaik di Prancis, baik di kompetisi maupun di tebing. Di sini dia berhasil ...

5 film tentang pendakian gunung terbaik (gerbongbelakangtainment version)

Image
Pendakian gunung memang bukan tema yang populer untuk sebuah film. Meski begitu, ada cukup banyak juga film film yang bertemakan pendakian gunung, baik bergenre dokumenter, action , horror , thriller , ataupun drama. Dari banyak judul tersebut, saya pilihkan lima judul yang menurut saya harus ditonton oleh para pendaki gunung. Here we go:   1. Nordwand a.k.a The North Face Bercerita tentang 2 pendaki jerman ambisius, Max Mehringer dan Karl Sedlmayer yang mencoba menaklukkan dinding utara Eiger, dijaman dimana NAZI menjadi partai yang berkuasa di Eropa. Keterbatasan peralatan dan teknik, kedua pendaki yang membawa nama jerman ini mati di tengah gunung, ketika orang orang di basecamp pendakian berpesta atas keberanian mereka mendaki gunung maut tersebut.Tragis dan ironis.  Setelah kematian mereka, pendakian ke gunung eiger ini ditutup, tapi tak mampu menahan ambisi para pendaki, karena "the first men to summit will be celebrated as Olympic heroes" , and so the battles c...

a story behind mapalasilvagamaproduction

Image
  Mapalasilvagamaproduction adalah sebuah project kecil saya beberapa waktu lalu ketika masih kuliah. Idenya sederhana saja,merekam aktivitas aktivitas alam bebas yang saya lakukan bersama teman teman, untuk sekedar bersenang senang. Motivasinya lahir dari sebuah keputusasaan mencari video video kegiatan alam bebas ditanah air yang bisa di donlot gratis dan tanpa iklan. Dengan bekal handycam murah, project ini sempat menghasilkan beberapa karya, yang entar akan kita bahas di bagian lain dalam tulisan ini. Mei 2012, saya menyelesaikan studi, dengan  meninggalkan sebuah project ambisius yang belum selesai, hingga akhirnya file2nya membusuk bersama hardisk external ku yang juga ikut membusuk. Beberapa karya yang dihasilkan diantaranya: Dokumentasi pendakian Gn Slamet , yang saya rekam bersama 2 teman, Panji, dan Ableh, ketika mendaki Gunung Slamet. Ini project video agak panjang pertama yang punya konsep kayak film dokumenter gitu. Semuanya direkam tanpa s...

Edge of Existence: Pecinta Alam

Image
    Di tengah suasana politik kampus yang carut marut di era 60an, mahasiswa pecinta alam muncul untuk pertama kalinya sebagai bentuk kemuakan dan perlawanan terhadap situasi tersebut.   Kelompok ini kemudian berkembang dan menyebar ke seluruh kampus kampus di tanah air, menjadi sebuah subkultur tersendiri dalam kehidupan kampus dan masyarakat, lengkap dengan attitude , simbol, dan atribut sebagai lambang identitas keberadaan mereka.     Pada awal munculnya, nampaknya gerakan ini memang tidak dikhususkan pada suatu pakem konsep/ arah gerak tertentu, namun kemudian pada perkembangannya pecinta alam ini terkonsentrasi pada 2 hal, kelompok yang berkegiatan dialam bebas ( adventure ), dan kelompok yang berorientasi pada gerakan lingkungan (naturalis, environmentalis).     Ada kelompok yang memang memilih untuk menjalani satu saja dari kedua hal tersebut, namun banyak juga yang tidak mampu memilih dan memisahkan diantara keduanya....