Posts

MORAL SOMETHING - ETGAR KERET

Image
Oleh: Etgar Keret Pria di TV itu bilang kalau pengadilan militer akan memberikan hukuman mati kepada orang Arab yang telah membunuh prajurit wanita Israel, dan banyak orang datang di TV itu untuk ngomongin hal itu, dan karena berita itu ditayangkan sampai jam setengah sebelas, mereka jadinya enggak menayangkan acara Moonlighting. Itu membuat ayah berang, ia menyalakan cangklongnya di rumah dan itu baunya nggak enak. Ia harusnya enggak ngelakuin itu karena hal itu menghambat pertumbuhanku. Ia berteriak pada ibu karena menurutnya gara gara ibu dan orang gila lainnya yang memilih Likud-lah, negaranya jadi kayak Iran. Dan ayah bilang kami akan membayar untuk itu, dan hal itu telah mengikis moral apalah — aku enggak ingat kata katanya — apalah artinya, dan Amerika enggak akan menggunakan itu dengan baik. Besoknya, mereka ngomong ke kami tentang hal itu di sekolah, dan Tziyyon Shemesh bilang kalau kalian menggantung seorang pria, kemaluannya akan ngaceng , kay...

BABY - ETGAR KERET

Image
Oleh: Etgar Keret Di ulang tahunnya yang ke dua puluh sembilan, angin sepoi sepoi yang sejuk bertiup di pantai, dan IA tahu itu. Benar, IA tidak berada di dekat pantai, karena GADISNYA membenci pasir dan air, tapi tetap saja IA tahu. Selalu ada angin sepoi sepoi yang sejuk di pantai. Mereka sedang berada di taksi sehabis dari suatu tempat, dan di sepanjang jalan, IA menggenggam sebuah kotak kardus yang dibungkus dengan kertas kado. Pemberian itu, dalam kotak kardus, adalah hadiah terbesar yang pernah IA dapatkan. Bukan yang paling indah memang, tapi sudah pasti yang terbesar. Dan IA terus melingkarkan lengannya di leher GADISNYA itu sepanjang jalan, mencium pipinya, payudaranya, semakin kaget setiap ciumannya pacarnya itu tidak malu malu. Ketika IA membayar ongkos taksi, sopir taksi yang berwajah jelek itu mengatakan ia tidak pernah melihat pasangan yang lebih sempurna dari mereka. Sopir taksi itu sudah lama di jalanan, berkeliling kota seperti burung pe...

SERANGAN ASMA - ETGAR KERET

Image
Ketika kamu terserang asma, kamu enggak bisa bernapas. Ketika kamu enggak bisa napas, kamu akan susah payah untuk bisa ngomong . Untuk membuat sebuah kalimat, yang keluar justru hanya udara di paru parumu. Paling paling , tiga sampai enam kata, kalau sudah begitu. Kamu akhirnya belajar tentang nilai dari kata kata itu. Kamu menggeledah serakan kata kata di kepalamu. Memilih yang paling penting, pastinya itu akan merepotkanmu juga. Biarkan saja orang orang sehat membuang apapun yang datang ke pikiran, seperti kamu membuang sesuatu ke tempat sampah. Ada perbedaan ketika penderita asma ngomong “aku mencintaimu” dan ketika penderita asma ngomong “ aku sangat mencintaimu”. Perbedaan kata kata. Sebuah kata yang bisa berarti sangat banyak. Bisa jadi berhenti , atau inhaler . Bahkan bisa jadi ambulan . *diterjemahkan dari cerpen Etgar Keret berjudul Asthma Attack dari kumpulan cerpennya berjudul The Girl on The Fridge. Terjemahan ini merupakan latihan pribadi, masukan...

BOTOL - ETGAR KERET

Image
Dua orang pemuda sedang nongkrong nongkrong di sebuah bar. Seorang dari mereka itu sedang mengambil suatu jurusan atau apalah di sebuah perguruan tinggi, anak kuliahan, dan yang satunya lagi mengutak-utik gitarnya sekali sehari dan menganggap dirinya seorang musisi. Mereka sudah minum dua botol bir, dan mereka berencana untuk minum setidaknya dua botol lagi. Yang anak kuliahan itu kebetulan lagi depresi karena dia sedang jatuh cinta dengan teman kosnya, tapi teman kosnya itu sudah punya pacar –yang lehernya berbulu– yang selalu menginap di kos-kosan mereka setiap malam, dan di pagi hari, ketika mereka tak sengaja ketemu di dapur, pacar gadis itu, memberikan wajah –kasihan–deh–lu– kepada si anak kuliahan itu, dan itu membuatnya makin depresi. “Pindah ajalah ,” pemuda yang menganggap dirinya musisi itu memberi nasehat kepadanya –musisi ini, memiliki pengalaman menghindari banyak konflik. Tiba-tiba, di tengah-tengah percakapan, seseorang yang mabuk dengan rambut ...

PASANGAN SERASI - ETGAR KERET

Image
Aku enggak bakal rugi apapun, pikir si gadis, sambil membantu lelaki itu membuka bra-nya dengan satu tangan, dan bersandar di kusen pintu dengan tangan yang satunya. Kalau dia pencinta yang buruk, seenggaknya aku bisa bilang aku baru saja mengalami persetubuhan yang buruk, dan kalau dia pencinta yang hebat, itu lebih baik, aku bakalan menikmatinya, ditambah aku bisa mengatakan aku baru saja mendapatkan persetubuhan yang hebat, atau kalau dia bersikap brengsek padaku setelah ini, aku bisa bilang dia adalah pencinta yang buruk agar bisa kembali padanya. Aku enggak bakal rugi apapun, pikir si lelaki. Kalau dia pencinta yang bagus, aku beruntung, dan kalau dia memberiku blow-job , itu lebih baik –tapi bahkan apabila dia adalah pencinta yang buruk, tetap saja dia hanyalah salah satu gadis. Yang ke dua puluh dua. Ke dua puluh tiga, sebenarnya, kalau kamu menghitung yang hand-job -nya juga. Sesuatu sedang terjadi, pikir si kucing, orang orang datang, menabrak mebel mebel...

Survival of The Fittest, Seri Bebunyian #1 (GerbongBelakangMerekam, 2016)

Image
Pagi pagi, saat terbangun, kadang kadang kita terbangun dengan perasaan yang tak kita mengerti, kebingungan yang tiba tiba, hampa, asing, dan perasaan perasaan lainnya yang semacam itu. Minggu pertama di bulan Juni 2016, aku terserang masuk angin, yang mengakibatkan demam, pilek, dan batuk sekaligus. Di akhir minggunya, hari Minggu jam setengah enam pagi, aku baru saja terbangun dengan perasaan sepeti yang kutulis dalam paragraph sebelum ini. Meski begitu, aku merasa badanku agak sedikit lebih sehat, kemudian memutuskan untuk berjalan kaki di sekitaran kos-kosan. Kebetulan, hari itu Car Free Day , bakalan ada banyak yang bisa dilihat dan didengar. Sambil berjalan, aku mengambil beberapa foto dan rekaman audio untuk mengingat-ingat bahwa aku pernah, pada suatu waktu, berjalan kaki sendirian sambil mengamati orang orang yang berjalan, mengobrol, lari pagi, bersepeda, jualan parfum dan kopi juga minyak penumbuh rambut, pamer anjing, merokok, senam, sarapan, kampanye agama, dan me...

CERITA DARI TIMUR, SEBUAH REVIEW

Image
Scripta manen , yang tertulis akan abadi. Saya selalu suka mengawali sebuah tulisan dengan kutipan tersebut, karena dengan tulisanlah sejarah manusia dimulai. Sebelum manusia mengenal tulisan, kita menyebutnya dengan masa pra-sejarah. Omong omong mengenai tulisan, khususnya penerbitan buku, di dunia kepecintaalaman di tanah air, nampaknya memang tak terlalu membanggakan. Tidak cukup banyak buku, utamanya kisah perjalanan, yang diterbitkan oleh penggiat/pencinta alam di Indonesia. Sepanjang pengetahuan saya, hanya beberapa kelompok pencinta alam sajalah yang telah menerbitkan kisah kisah perjalanannya dalam sebuah buku. Menurut perkiraan saya, jumlah buku dengan tema pecinta alam ini hanyalah berkisar 40an judul saja. Yang paling diingat misalnya, buku 40 tahun Mapala UI, Jejak Mapala di Jalan Alam (2005), kemudian buku buku perjalanan Mahitala: Sudirman Range Trail: Lanskap Misterius di Indonesia Timur (2010), Pucuk Es di Ujung Dunia: Pendakian 7 Puncak Benua (2011), dan ...