Posts

BEASILVA, BEASISWA TANPA MINIMAL IPK.

Image
Saat terakhir kami berjumpa di Bogor di awal Februari tahun ini, Danang baru saja menikah, dan Ableh baru saja berhasil merayu istrinya yang ngambeg setelah mengetahui bahwa ia diam-diam masih merokok. Problem-problem rumah tangga sepertinya mulai meng hantui mereka, dan aku datang sebagai seorang yang merde ka (merdeka dari Ida, kata Chairil Anwar). Tapi bukan itu yang mau diceritakan. Adalah Beasilva, yang saat kami bertemu itu, sudah memasuki semester ke 5. Dan aku merasa agak terharu. Dua tahun lalu, saat kami masih miskin -- o rang budak hidup dalam palu-palu berkeliling, kata Afrizal Malna-- dan mereka berdua belum menikah, kami mencoba-coba membuat sebuah beasiswa mandiri yang bersumber dari dana kolektif , buat a nggota-anggota mapala di kampus . Alasannya sederhana. Banyak orang koar-koar kalau IPK bukan satu-satunya alat mengukur prestasi . Padahal katanya lagi: s oft skill itu penting, termasuk di dalamnya prestasi non akademik. S ialnya, jarang se...

MENGHANCURKAN HIDUP

Aku ingin tertawa melihat usahamu menghancurkan  hidup pada dinding-dinding berlumut dan sepatu boot Susunan huruf huruf yang tak bisa kau lafalkan racun abadi peradaban logam berat mengental dalam darah yang diperas dan disaring pedagang jus buah keliling untuk para tentara Jakarta, November 2017

Percakapan Tentang Perilaku Binatang Menurut Teman Teman

Senang sekali, ternyata ada yang mau membeli, lalu kemudian memberikan pendapat tentang "Percakapan Tentang Perilaku Binatang". Sebagai arsip, saya akan mengumpulkannya di sini. Saya menikmati semua komentarnya, sungguh. So, mari kita mulai! 1. Dari Arif Abdurrahman, yang blognya sering kubaca: yeaharip.com "Ya ampun ini kan cuma tulisan cerpen, kenapa sih harus repot-repot dibedah, dikritik dan ditelaah sampai begitu rupa?” makinya dalam hati. Memang, ga ada gunanya juga. Saya sendiri ga terlalu mikirin tradisi susastera, dan saya sendiri bukan kritikus susastera, tapi lebih sebagai konsumen. Dan sebagai bagian consumer society tentu boleh ngajuin keluhan konsumen - sebagai konsumen yg snob, tentu saja. Semua cerpennya menyuarakan tema cerita serupa: manusia kontemporer yg teralienisasi kehidupan modern. Setiap suara protagonisnya pada sama, ala-ala Murakami, namun dari penceritaan terkesan buru-buru dan hanya sebatas laporan reportase (ini mungkin karen...

Pulanglah, Kau Mabuk!

Image
September berakhir, dan semua orang sepertinya sudah ikut membangunkan Billie Joe Armstrong dari tidur panjangnya selama sebulan. Begitu ia terbangun, tahu-tahu sebuah band punk-rock asal Cirebon, Puppyhansen, sudah menyiapkan sebuah single terbaru: Pulanglah, Kau Mabuk! Pasang headsetmu, jalankan aplikasi musik online digitalmu. Begitu lagu ini mengalun, musik menghentak, lirik-lirik pendek yang menyindir, dengan ciri umum yang mudah ditemukan pada generasi X, yaitu kemarahan, berhamburan memecah telinga. Sebuah lirik tentu lahir dari kondisi sosial di mana lagu ini diciptakan. Kondisi sosial di tanah air saat ini memang boleh dibilang cukup memuakkan. Aksi aksi berbau SARA oleh ormas-ormas berbasis agama, isu-isu kebangkitan komunis yang sudah sangat basi (saya pikir ini adalah salah satu sebab mengapa Billie Joe Armstrong ingin tidur selama bulan September), penggerudukan diskusi-diskusi, dan banyak lainnya, marak tak terkendali. Puppyhansen, seperti juga kita, ...

HARI TERAKHIR

This summary is not available. Please click here to view the post.

PERCAKAPAN TENTANG PERILAKU BINATANG

Image
Foto oleh: Ardi Indarto Di sela-sela pekerjaan rutin yang menumpuk, saya membuat cerpen-cerpen. Beberapa kemudian saya seleksi, untuk kemudian saya kumpulkan dalam satu buku kumpulan cerpen yang saya beri judul Percakapan Tentang Perilaku Binatang, yang diterbitkan oleh Rotasi Books . Teasernya bisa dibaca di sini. Pengantarnya, dibuat oleh M. Hadid dari Rotasi Books, bisa dibaca di  sini Untuk pemesanan, sila kirim pesan whatsapp/telegram ke: +62 857 2538 3854 atau email: rotasibooks@gmail.com

Tamat - Kumpulan Cerpen oleh Rully Sangmerah

Image
Informasi bahwa Rully Sabhara, musisi andalan kita semua dari kuartet Zoo dan duo Senyawa, adalah juga penulis cerita pendek (bahkan telah dikumpulkan dalam 1 buku) telah menumbuhkan rasa penasaran yang dalam di benakku. Dan kalau kalian (yang membaca tulisan ini) juga penasaran, kemudian mencoba mencari buku itu di jagat internet, kalian hanya akan menemukan sebuah cerpen yang ditulis ulang di sebuah blog. Hanya itu. Tak ada yang menjualnya di situs jual beli, tak ada bajakan pdfnya, dan beberapa tak ada tak ada lainnya. Siap-siaplah dengan rasa penasaran yang bertambah menjadi. Tentang bagaimana aku kemudian berhasil mendapatkannya, ini sebenarnya bisa dijadikan sebuah kisah sendiri, hanya saja kisah itu sebaiknya di skip saja dulu, demi sebuah catatan singkat ini. Kumpulan ini berjudul Tamat, terdiri dari 10 judul cerpen, ditambah 1 bonus cerpen, dengan satu kutipan dari beberapa tokoh di setiap halaman pertama cerpennya. Tadinya aku berharap tulisan Rully seeksperimental mu...