Posts

Epileptik, Novel Grafis yang Yahud 2

Image
Ini adalah sebuah novel grafis autobiografi buah karya David B., seorang seniman komik Prancis, yang menurut The Comics Journal adalah salah satu seniman komik paling penting dan inovatif di Eropa. Di Indonesia novel grafis ini diterjemahkan oleh Dini Pandia, dan diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama, dan aku mendapatkannya dari pemberian seorang teman setelah aku menraktirnya nonton sebuah gigs kecil sebuah band beraliran grunge di sebuah pub di Surabaya. Terimakasihku untuk mereka bertiga. Novel grafis ini berkualitas. Aku orgasme membacanya. Sudah kubilang, ini autobiografi sang komikus, David B. Bukan komik penuh adegan kekerasan bergambar tokoh tokoh berotot hasil doping steroid , juga bukan komik penuh muka muka innocent bermata bulat dengan garis garis tipis dari negeri yang sesungguhnya memiliki mata yang sipit sipit itu. Yang tidak tertarik dengan kisah yang tidak terlalu dramatik dan heroik tak perlu baca ini novel grafis. David B. terlahir dengan nama kecil Pie...

Suatu Hari yang Libur

Image
Sudah lama sekali tidak menulis cerita perjalanan. Setelah melihat lihat foto foto pemanjatan tebing Sepikul, beberapa bulan yang lalu, saya tiba tiba ingin curhat. Tentang perjalanan dengan tim panjat memanjat Mapala Silvagama di tebing batu di Jawa Timur ini. Tentang tebing Tebing Sepikul ini merupakan tebing dengan formasi batuan beku/andesit (mudah mudahan begitu) yang menjulang setinggi kurang lebih 450 m. Terletak di kab. trenggalek, tebing ini cukup mudah diakses. Nanti ditambahkan.Lagi gak niat. Hilang mood. Maaf. Tebing Sepikul yang ihwaw Pagi buta dari balik tenda Tentang perjalanan Aku sendiri berangkat dari Surabaya. kebetulan libur, di hari kamis, dan hari jumatnya kuniatkan untuk bolos kerja. Bukan maksud melanggar disiplin, cuma memang lagi jenuh aja. Perjalanan seorang diri saja, menaiki angkutan umum menuju lokasi, karena teman teman sudah menungu disana. Kebebasan kadang datang dari rasa sepi. Dunia panjat tebing adalah dunia yang sepi, jauhlah ...

BEBERAPA HAL TENTANG BEBERAPA WAKTU YANG TELAH LEWAT

Image
BEBERAPA HAL TENTANG BEBERAPA WAKTU YANG TELAH LEWAT (Entah mengapa aku agak melankolis sekarang) Apa gunanya masa lalu? Untuk dikenang kenang sembari tersenyum, mengingat bagaimana anda menjalani hari hari yang berwarna warni. Hal hal indah, menyenangkan, pahit, memalukan, menyakitkan, dan berbagai perasaan lainnya. ***** Dalam periode hidup saya, ada masa yang paling membanggakan dan menyenangkan, menurut saya sendiri pastinya, karena menurut orang lain bisa jadi itu menjijikkan, menakutkan, tapi ada yang bilang bagus juga. Kapan itu? Jaman kuliah, waktu masih punya rambut gondrong, dan menggandrungi kegiatan kegiatan alam bebas. Tak ada saat dimana saya merasakan kehidupan paling rokenrol yang pernah saya alami, selain masa itu. Apa coba? Tak punya kos-kosan, tinggal di kampus, lebih tepatnya sekretariat UKM kampus. Hampir 2 tahun. Kalau hati lagi pengen jalan jalan, tinggal berangkat, modal seadanya. Gunung, pantai, sungai, tebing, goa, semua yang kita inginkan. Hamp...

The Act of Killing (Jagal)

Image
Ini adalah film dokumenter yang luar biasa. Dari satu sudut pandang memang, seperti juga kebanyakan produk produk budaya yang memandang suatu kejadian yang telah terjadi alias sejarah. Tapi tetap membuat mata saya memelototin layar monitor 14 inchi dari sebuah laptop lokal dengan penuh rasa ingin tahu dari menit ke menit cerita. Bangsat. Ini adalah tentang tragedi 1965, pembantaian massa PKI, yang difokuskan pada satu lokasi yakni Sumatera Utara, dan satu organisasi, Pemuda Pancasila. Diangkat ke dalam film ini kisah Anwar Kongo, seorang preman di masanya, juga seorang anggota ormas Pemuda Pancasila. Dari detik ke detik kita disuguhkan oleh pengakuan yang jujur dari Anwar Kongo, bagaimana dia terlibat dalam pembunuhan massal tersebut, kebanggaannya, dan bagaimana dia mengalami trauma dan berusaha mengatasi bayangan bayangan buruk peristiwa pembantaian yang dilakukannya tersebut. Adalah menyedihkan (dalam arti sesungguhnya) ketika dia merenung dalam sebuah scene yang memperlihatkan ...

Mantra - Aziza Noor & R. Amdani, review sebuah novel grafis

Image
Saya naksir komik/novel grafis ini bahkan sebelum membaca isinya. Dimulai dari melihat gambar sampulnya saat berkelana di dunia maya, dan melihat versi onlinenya di website komik MAKKO, kemudian akhirnya mendapatkan versi cetaknya beberapa waktu yang lalu di sebuah pameran komik tribute to Man, salah satu komikus ternama Indonesia. Novel grafis ini digambar oleh Aziza Noor dan ceritanya dibuat oleh R. Amdani. Melihat gambar gambar di novel grafis ini, barangkali Mantra bisa di golongkan ke dalam genre Noir comic (hehehe, saya sok tahu). Yang jelas, saya suka gambar yag kelihatannya seperti dibuat dengan cat air ini (lagi lagi saya sok tahu). Halus, dalam, dan bikin suasana komiknya jadi agak seram, sesuai dengan temanya yang agak mistis mistis ini. Novel grafis ini berkisah tentang Ratri, seorang pelukis muda yang sukses, namun mendapat tudingan tudingan miring dari banyak orang bahwa karyanya hanyalah mengikuti dari karya seorang pelukis senior dengan teknik dan gaya yang hampi...

Satrio Piningit - Novel Grafis dari Sigit Pradityo

Image
Ini novel grafis yang asu banget, brengsek, bajingan, dan keren. Aroma indienya itu yang bikin saya merasa sangat rock n roll kalo membaca novel grafis ini. Berkisah tentang seorang pemuda penjaga minimarket yang hobi nongkrong di toilet, Sidrun, yang kemudian mengalami sebuah peristiwa aneh yang membuat dirinya kerasukan ruh Satrio Piningit. Ceritanya berjalan dimana Satrio Piningit harus muncul ditengah kekacauan yang menimpa bangsa dimana Sidrun berada. Misinya adalah menjatuhkan sang presiden boneka, Slamet Tukimin, dan membongkar kembali harta peninggalan presiden pertama berupa emas batangan yang nilainya bisa untuk membayar lunas hutang hutang negara. Menurut saya ini cerita bersetting di jaman reformasi. Visualisasi Satrio Piningit (bukan Sidrun), mengingatkan saya pak Jenderal Sudirman. Dan apakah pencarian harta karun itu parodi dari kasus menteri agama beberapa waktu yang lalu? Dan sesungguhnya, ini cerita absurd sekali. Topiknya berat, bahasanya juga, meski ditampilkan ...