Dalam susunan alfabet, jangan berharap yang bukan bukan. Apa yang ada di dalam teks biarlah tinggal dan terbenam di dalam teks.
Entah Apa Maksudnya, Fotokomik dan Curhat-curhatan
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Dijual, sebuah fotokomik dan curhat-curhatan, bikinan sendiri. Dijamin sedih dan mengharukan. 58 halam hitam putih ukuran A5. Rp 20.000, saja. Untuk pemesanan hubungi
Twitter : @pemudabelati
Facebook: Pemuda Gerbong Belakang
Email: gerbongbelakang@gmail.com
Whatsapp/SMS: 085725383854 (No Call Please)
Ini novel grafis yang asu banget, brengsek, bajingan, dan keren. Aroma indienya itu yang bikin saya merasa sangat rock n roll kalo membaca novel grafis ini. Berkisah tentang seorang pemuda penjaga minimarket yang hobi nongkrong di toilet, Sidrun, yang kemudian mengalami sebuah peristiwa aneh yang membuat dirinya kerasukan ruh Satrio Piningit. Ceritanya berjalan dimana Satrio Piningit harus muncul ditengah kekacauan yang menimpa bangsa dimana Sidrun berada. Misinya adalah menjatuhkan sang presiden boneka, Slamet Tukimin, dan membongkar kembali harta peninggalan presiden pertama berupa emas batangan yang nilainya bisa untuk membayar lunas hutang hutang negara. Menurut saya ini cerita bersetting di jaman reformasi. Visualisasi Satrio Piningit (bukan Sidrun), mengingatkan saya pak Jenderal Sudirman. Dan apakah pencarian harta karun itu parodi dari kasus menteri agama beberapa waktu yang lalu? Dan sesungguhnya, ini cerita absurd sekali. Topiknya berat, bahasanya juga, meski ditampilkan ...
Jika ingin melihat sudut pandang lain dari pengelolaan kehutanan yang diajarkan di kelas kelas atau di buku buku teks, cobalah tonton film ini. Main Kayu, film berdurasi 55 menit bikinan Lidah Tani ini menceritakan tentang pahitnya kehidupan para petani dan masyarakat desa di pinggiran hutan hutan jati di Jawa. Dalam film ini digambarkan betapa ketidakadilan atas hak pemanfaatan hutan jati tersebut datang tak putus putusnya sejak penjajahan Belanda hingga sekarang.VOC lah yang pertama kali mengeksploitasi hutan hutan tersebut dan menjadikan masyarakat desa hutan menjadi budak.Masyarakat desa hutan yang memanfaatkan hutan tersebut sejak zaman nenek moyang mereka dilarang untuk mengambil kayu kayu dari hutan. Keadaan itu terus berlanjut hingga sekarang, atau setidaknya ketika film ini dibuat, dimana rakyat yang mengambil hutan milik mereka sendiri dianggap sebagai maling oleh pengelola hutan yang mendapat legitimasi dari negara. Kekerasan fisik terhadap masyar...
Informasi bahwa Rully Sabhara, musisi andalan kita semua dari kuartet Zoo dan duo Senyawa, adalah juga penulis cerita pendek (bahkan telah dikumpulkan dalam 1 buku) telah menumbuhkan rasa penasaran yang dalam di benakku. Dan kalau kalian (yang membaca tulisan ini) juga penasaran, kemudian mencoba mencari buku itu di jagat internet, kalian hanya akan menemukan sebuah cerpen yang ditulis ulang di sebuah blog. Hanya itu. Tak ada yang menjualnya di situs jual beli, tak ada bajakan pdfnya, dan beberapa tak ada tak ada lainnya. Siap-siaplah dengan rasa penasaran yang bertambah menjadi. Tentang bagaimana aku kemudian berhasil mendapatkannya, ini sebenarnya bisa dijadikan sebuah kisah sendiri, hanya saja kisah itu sebaiknya di skip saja dulu, demi sebuah catatan singkat ini. Kumpulan ini berjudul Tamat, terdiri dari 10 judul cerpen, ditambah 1 bonus cerpen, dengan satu kutipan dari beberapa tokoh di setiap halaman pertama cerpennya. Tadinya aku berharap tulisan Rully seeksperimental mu...
Comments
Post a Comment